hal-hal yang harus diperhatikan saat hendak tinggal di Jepang

Tiap-tiap negara pastinya memiliki keunikan dan ciri khas tertentu yang membedakannya dengan negara-negara lainnya. Ciri khas itu terkadang dapat menjadi sebuah budaya yang sangat melekat di negara tersebut. Budaya yang barangkali dianggap suatu hal yang biasa di suatu negara, tapi sekaligus dapat menjadi suatu hal yang unik menurut pandangan negara lain.

Walaupun di satu sisi perbedaan budaya – walaupun sebenarnya tidak hanya budaya – dapat dipandang sebagai suatu keunikan yang menarik, tetapi terkadang dapat menimbulkan berbagai masalah bagi kita yang tidak terlalu faham dengannya. Kejadian seperti itu pun pernah saya alami terutama ketika masa-masa awal di Jepang. Oleh karena itu, ada baiknya jika kita berhati-hati terhadap perbedaan-perbedaan itu. Sebab ada kalanya semua itu malah akan merepotkan kita sewaktu-waktu. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita tinggal di Jepang.

1. Voltase Listrik

Perlu DIINGAT bahwa voltase di Jepang atau di negera maju rata-rata 100-110 Volt. Karena listrik yang digunakan di Indonesia adalah listrik 220 volt, maka umumnya barang-barang elektronik yang dijual di Indonesia itu sudah disetting sedemikian rupa agar cocok dengan voltase 220 volt. Karena settingannya untuk 220 volt, maka ketika dipasang di lisrik bervoltase 110 otomatis akan terjadi kosleting dan hal ini akan merepotkan kita karena kita akan repot kalau mau mencharge Handphone atau Mp3 yang dibawa dari Indonesia karena disana rata” voltasenya 110Volt maka jika mau mencharge di sana bisa” rusak semua deh HP sama Mp3 kita karena voltase disana tidak cocok dengan yang di Indonesia.

Sebagai saran saja, ada baiknya kalau agan-agan ke Jepang, mendingan membeli “device” aja biar nggak repot. Biasanya “device” ini dijual di toko elektronik seperti Yodobashi, Sakuraya, atau Big Camera, harganya sekitar 500 yen. Cuman saran ya…🙂

2. Taksi di Jepang

Tarif taksi disana sangatlah mahal jadi kalau anda sedang krisis uang atau uangnya mepet janganlah naik taksi karena tarifnya mencapai 75.000 (750 yen) untuk 2 kilometer pertama dan selanjutnya beda lagi tarifnya. Tapi taksi disana modern banget nggak seperti Taksi di Indonesia yang harus repot-repot membuka pintu sendiri atau kalau nggak sopirnya yang repot harus ngebukain pintunya. Kalau disana pintunya bisa buka sendiri… jadi Sopir enggak repot kita juga ga repot namun pantaskah tarif semahal itu hanya untuk fasilistas pintu doang ?? o.Oa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s